Pasangan Karsa Unggul di Lamongan dan Bojonegoro

Kompas.com - 24/07/2008, 19:27 WIB

LAMONGAN, KAMIS - Pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Jawa Timur Soekarso-Syaifullah Yusuf atau Karsa unggul di Kabupaten Lamongan dan Bojonegoro. Adapun pasangan Khofifah Indar Parawansa-Mudjiono unggul di Gresik dan pasangan Soenarjo-Ali Ma schan Moesa unggul di Tuban.

Pengamataan Kompas hingga Kamis (24/7) pukul 15.00 data di Komisi Pemilihan Umum Lamongan menunjukkan Karsa meraih 173.814 suara atau 27,89 persen. Karsa unggul di sembilan kecamatan yakni Bluluk, Modo, Kedungpring, Brondong, Laren, Paciran, Mantup, Kemba ngbahu dan Deket.

Di urutan kedua pasangan Kaji meraih 171.780 suara atau 27,56 persen. Kaji unggul di 12 kecamatan yakni Babat, Sekaran, Maduran, Pucuk, Solokuro, Sukodadi, Lamongan Kota, Tikung, Karangbinangun, Karanggeneng, Glagah dan Sarirejo.

Adapun pasangan Sutjipto-Ridwan (SR) meraih 139.920 suara atau 22,45 persen. Pasangan SR unggul di enam kecamatan yakni Sukorame, Ngimbang, Sambeng, Sugio, Kalitengah, dan Turi. Pasangan Salam meraih 90.845 suara atau 14,57 persen sedang pasangan Achmady- Suhartono (Achsan) meraih 46.917 suara atau 7,53 persen.

Pada pemlihan gubernur ini jumlah pemilih yang menggunakan hak pilihnya sebanyak 646.335 orang sedang yang tidak menggunakan hak pilihnya sebanyak 384.534. Jumlah yang golput di Lamongan sebanyak 37 persen.

Di Gresik pasangan Kaji unggul dengan meraih 137.834 suara, atau 16,15 persen dari 853.615 pemilih yang menggunakan hak pilihnya. Karsa berada di urutan kedua dengan 107.986 suara atau 12,6 persen, Achsan (87.017) atau 10,19 persen, Salam 78.782 atau 9,23 persen dan SR 74.541 suara atau 8,73 persen.

Pasangan Kaji unggul di 12 kecamatan, yakni Gresik, Kebomas, Manyar, Cerme, Duduksampeyan, Benjeng, Driyorejo, Kedamean, Menganti, Bungah, Sidayu, dan Panceng. Pasangan Achsan unggul di empat kecamatan, yakni Balongpanggang, Ujungpangkah, Sangkapura, dan Tambak. Adapun Karsa unggul di dua kecamatan yakni Wringinanom dan Dukun. Ya ada perubahan suara paling kecil namun prosentasenya tidak akan banyak berubah, kata Anggota KPU Gresik Nur Faqih.

Di Bojonegoro dari jumlah pemilih 1.004.000 dan yang menggunakan hak pilihnya 565.000 dan tercatat suara tidak sah 22.000. Pasangan Karsa sementara unggul karsa 161.000 atau 30 persen, Kaji 151.000 atau 28 persen, Salam 117.000 atau 20,7 persen, SR 87.000 atau 15,3 persen dan Achsan 25.000 suara atau 4,42 persen.

Ketua KPU Bojonegoro M Masjkur, menyatakan KPU Bojonegoro tidak melakukan perhitungan cepat tetapi menggunakan penghitungan manual. "Data masih di Panitia Pemilihan Kecamatan," kata Masjkur.

Sementara di Tuban sempat ada ada perbedaan surat suara terhitung versi KPU dan versi Panitia Pengawas Pemilihan Gubernur di Tuban. Surat terhitung versi Panwaslu 535.545 suara versi KPU 535.045, daftar pemilih tetap (DPT) versi Panwaslu 874.540, sedang m enurut KPU sebanyak 874.040.

Ketua Kelompok Kerja DPT dan Pemungutan Suara Panwaslu Tuban Edy Thoyibi mengatakan setelah di cek yang benar KPU. "Kami sudah bertemu KPU dan setelah dicek ada kesalahan entry data dari staf Panwas," kata Edy kepada Kompas Kamis malam.

Sebelumnya versi KPU Tuban pasangan Salam meraih posisi tertinggi dengan 150.514 suara, Kaji 118.019 suara, SR 110.197 suara, Karsa 92.203 suara dan Achsan 33.761 suara. Versi Panwaslu Salam memperoleh 151.190 suara, Kaji 118.191 suara, SR 110.476 suara, Karsa 92.280 suara dan Achsan 34.893 suara.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau